Komentar Rektor Unhas tentang Penangkapan Guru Besar

Rektor Kampus Hasanuddin (Unhas) Makassar mulai bicara masalah penangkapan guru besar Unhas Profesor Musakkir serta seseorang dosen. Seperti di ketahui, Musakkir yang juga Wakil Rektor III Unhas diamankan polisi. Dia disangka tengah berpesta sabu bersama dengan mahasiswi di salah satunya hotel di Makassar, tempo hari.

Baca juga: Biaya Kuliah UPRPendaftaran UPR

Didapati di Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/11/2014), Rektor Unhas Dwia Ariestina Pulubuhu menyampaikan, pihak Unhas sudah ambil sikap dengan menghormati proses hukum yang laku serta menyerahkan masalah ini pada pihak yang berwajib. Dengan investigasi serta penyidikan dengan profesional, diinginkan akhirnya tepat serta objektif.

Dwia memberikan, pihaknya masih tetap menanti hasil penyidikan dari pihak yang berwajib menjadi basic pemungutan aksi dari pihak kampus.

Baca juga: Biaya Kuliah USNPendaftaran USN

Karena sampai sekarang ini pihaknya belumlah memperoleh hasil tes urine dari pihak kepolisian, untuk mempelancar pekerjaan kemahasiswaan, Rektor Unhas sudah keluarkan surat ketetapan (SK) pelaksana pekerjaan Wakil Rektor III.

Sesaat, lanjut Dwia, sesuai dengan data yang dipunyai, mahasiswi yang diamankan bersama dengan Musakkir bukan mahasiswi Unhas. “Bahkan juga, pekerjaan Wakil Rektor III yang diamankan di hotel itu benar-benar tidak dari pekerjaan universitas atau rektor,” katanya.

Advertisements
Komentar Rektor Unhas tentang Penangkapan Guru Besar

UNJA Miliki Sistem Pendeteksi Plagiarisme

Plagiat atau plagiarisme adalah hal terlarang dalam dunia pendidikan.

Kampus Jambi (Unja) mempunyai skema elektronik terintegrasi pekerjaan akhir mahasiswa (Elista) untuk menghadapi karya jiplakan sekaligus juga memudahkan tuntunan oleh beberapa dosen.

Baca juga: Jurusan di UPR

“Elista adalah skema terintegrasi, diantaranya untuk mengantisipas jiplakan pekerjaan akhir, seperti judul sama atau yang sudah ada,” kata Kepala Instansi Peningkatan Tehnologi Info serta Komunikasi (LPTIK) Kampus Jambi (Unja) Jefri Marzal di Jambi, Kamis (5/7/2018).

Menurutnya, banyak berlangsung di prodi yang tidak terdaftar dengan rapi, berkaitan riset serta pekerjaan akhir mahasiswa.

Elista menangani masalah itu. Skema info ini berbasiskan web untuk mengurus tuntunan pekerjaan akhir mahasiswa mencakup karya ilmiah, skripsi, tesis serta disertasi.

“Data yang terangkum pada Elista akan dilaporkan dengan periodik ke pangkalan data,” tuturnya.

Dengan spesial LPTIK Unja mengadakan workshop, 3-5 Juli 2018 yang dibarengi oleh beberapa ketua prodi serta operator yang bekerja menginput data pekerjaan akhir mahasiswa.

Baca juga: Jurusan di POLNES

Sampai kini prodi yang berada di Unja telah melakukan hal itu, tapi karena pembuatan dalam taraf yang besar, banyak muncul persoalan, salah satunya pekerjaan pembimbingan pekerjaan akhir yang tidak terlaporkan ke forlap PDPT Dikti.

Berarti pekerjaan yang demikian terpenting ini tidak terdaftar di Kemeristekdikti benar-benar, mengakibatkan data-data tuntunan ini tidak dapat dibuka dosen-dosen pembimbing seperti mereka terhubung data pengajaran mereka.

Diluar itu dosen pembimbing banyak yang tidak tahu berapakah banyak mahasiswa tuntunan mereka, telah tamat atau belumlah.

UNJA Miliki Sistem Pendeteksi Plagiarisme

Mahasiswa KKN UGM dan UMY Bantu Korban Gempa Lombok

Kampus Gadjah Mada (UGM) serta Kampus Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) lakukan tindakan cepat menanggapi musibah Gempa di Lombok, NTB. Mahasiswa KKN dari dua perguruan tinggi itu langsung terjun menolong penduduk.

Baca juga: Biaya Kuliah UNSRATPendaftaran UNSRAT

Direktur Dedikasi pada Penduduk UGM, Prof Irfan Prijambada menjelaskan UGM langsung mengaktifkn team Disaster Response Unit UGM (DERU-UGM). Pengaktifan team DERU UGM didahului dengan lakukan assesmen serta kegiatan tanggap darurat oleh 2 unit KKN yang tengah menggerakkan pekerjaan operasional KKN di Lombok Barat serta Lombok Timur.

“Lokasi terdampak bencana yang telah diassesmen yakni di daerah Kecamatan Sembalun serta Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelia,” papar Irfan, Selasa (31/7/2018).

Ia mengatakan, walau berjarak seputar 90 km dari tempat terdampak gempa, beberapa mahasiswa KKN terdiri dari 2 team ini sudah lakukan assesmen ke tempat Sembalun serta Sambelia, menolong di posko pengungsian, memberi pertolongan langsung untuk kedaruratan berbentuk bahan makanan. Diluar itu, beberapa mahasiswa KKN yang beberapa mahasiswa profesi dokter di FKKM UGM memberi pertolongan medis bersama dengan puskesmas serta tenaga medis ditempat.

Selain itu, Rektor UMY Dr Gunawan Budianto membetulkan mahasiswa KKN UMY yang tengah bekerja di Sembalun dituntut mesti lebih ekstra dalam menolong penduduk yang terserang bencana. Sekarang ini pihaknya selalu bekerjasama dengan team KKN Genesia#3. “Dan Alhamdulillah mahasiswa UMY dapat menanggapi secara cepat terpenting dalam bersosialisasi serta membaur dengan penduduk disana,” terangnya.

Baca juga: Biaya Kuliah UNTADPendaftaran UNTAD

Sekarang ini ada 50 mahasiswa UMY yang diturunkan ke Sembalun, NTT yang dibagi jadi dua grup yaitu 25 orang mengabdi di Dusun Sajang serta 25 orang lagi mengabdi di Dusun Bawak Nao.

“Tim KKN UMY juga sekarang ini tengah gencar-gencarnya mencari pertolongan logistik dari beberapa pihak, lalu diperbantukan di sejumlah desa untuk membangun tenda pengungsi, serta pedampingan periode panjang terhadapmasyarakat ataupun beberapa korban gempa,” terangnya.

Mahasiswa KKN UGM dan UMY Bantu Korban Gempa Lombok

UNNES: Kursi Roda Tak Menghalanginya Gapai Asa Jadi Penerjemah

Semangat serta kemauan kuat Mahasiswi Jurusan Bhs Inggris Fakultas Bhs serta Seni (FBS) semester I Kampus Negeri Semarang (Unnes) bernama Natalia Hersaniati ini pantas ditiru oleh generasi bangsa ini.

Di dalam kondisi anggota tubuhnya yang alami kelumpuhan, tidak menghalanginya merajut harapan walau mesti memakai kursi roda. Walau setiap hari pergi kuliah dengan diantar oleh orangtua ataupun kerabatnya kekampus, Lia, panggilan akrabnya, tidak lalu patah arang. Letak tempat tinggal Lia di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang memangjauh dari kampusnya menimba pengetahuan. Sangat tidak beberapa puluh km. yang mesti ditempuhnya saban hari.

Baca juga: Biaya Kuliah UNDIKSHAPendaftaran UNDIKSHA

Di universitas juga, Lia harus juga memerlukan pertolongan orangtua ataupun saudaranya untuk menggerakkan kursi rodanya. Salah satunya saudara Lia, Imam Suryanto yang saat itu temani mengutarakan, Lia memang seorang yang tidak gampang menyerah pada kondisi. “Dengan kemauan serta ketabahannya ia tetap ingin berupaya melalui tiap-tiap persoalan itu, ” tuturnya.

Lia memang istimewa dari mahasiswi yang lain. Beberapa dosen yang mengampunya juga mengacunginya jempol. Karena, dari bagian kecerdasan mempunyai potensi akademis bagus. Bahkan juga sesama rekan-rekan kuliahnya mengaku potensi akademik yang dipunyai Lia. “Conversation Lia bagus. Didalam kelas juga aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diserahkan oleh dosen saat kuliah, ” tutur salah satunya rekan Lia.

Saat didapati di Gedung B3 Ruangan 117 FBS yang adalah tempat Lia menimba pengetahuan, dia bercerita bagaimana besar cita-citanya yang ingin menjadoi seseorang penerjemah. Jadi seseorang penerjemah adalah pekerjaan mulia, menurut dia. “Iya, itu begitu mulia karena dapat menolong orang yang lain untuk mengerti pembicaraan orang yang lain dengan bhs berlainan. Itu begitu mengagumkan, ” tuturnya.

Anak pertama dari pasangan Herlambang Pambudi serta Meliana Susan Supriatun itu juga bercerita perjuangannya untuk di terima masuk ke Unnes. Lia dapat lewat seleksi penerimaan itu lewat jalan prestasi atau nilai rapor. Proses seleksi yang diikutinya persis sama dengan mahasiswa yang lain di universitas itu tanpa kelebihan apapun.

“Saya bersukur dengan nilai diatas rata-rata saya bisa di terima di Unnes. Walau sebelumnya saya sudah sempat tidak meyakini bila akan di terima. Akan tetapi karena semangat serta dorongan dari orangtua dan guru-guru karena itu perasaan optimis itu muncul, ” tuturnya.

Lia, sudah lama menanggung derita kelumpuhan dibagian tangan serta kaki. Sebelumnya, Lia tidak ubahnya balita lainnya, bisa menggerakkan semua anggota tubuhnya. Akan tetapi, saat umur Lia saat itu mencapai 15 bulan, demam tinggi menyerangnya.

Sesudah dibawa ke puskesmas, di ketahui Lia diserang polio hingga menyebabkan sisi syarafnya tidak berperan maksimal. “Kaki serta tangan mengecil hingga uratnya menegang serta pada akhirnya tidak bisa digerakkan. Dengan keadaan semacam ini, saya tidak bisa putus harapan. Tiap-tiap ketidak sempurnaan tentu ada hikmahnya, ” kata alumni SMA N 1 Bergas ini.

Baca juga: Biaya Kuliah UNUDPendaftaran UNUD

Gadis kelahiran 27 Desember 1994 ini, bahkan juga telah mempunyai harapan menamtakan pendidikannya sampai ke tahap S-3. Apakah yang dihadapi pada anggota tubuhnya itu lalu membuatnya malu atau kurang percaya diri. Dia malah mengakui malu saat tidak dapat mengerti materi perkuliahan dengan baik. “Itu aib buat saya, ” katanya.

Tidak hanya bercita-cita ingin jadi seseorang penerjemah, Lia juga mempunyai keinginan lainnya, yaitu perhatian pemerintah daerah terpenting Kota Semarang untuk menyiapkan sarana simpatisan buat penyandang disabilitas seperti dianya.

“Kesempatan serta sarana pada penyandang disabilitas masih tetap dinomorduakan sampai kini. Di mata Tuhan semua manusia mempunyai derajat yang sama, mengapa mesti dibedabedakan, ” katanya.

UNNES: Kursi Roda Tak Menghalanginya Gapai Asa Jadi Penerjemah

Pengamat UI: Tax Amnesty Perlu Dilakukan

Pengamat Perpajakan Kampus Indonesia (UI) Darussalam menilainya, pengampunan pajak (tax amnesty) butuh dikerjakan untuk koalisi nasional.

Baca juga: Jurusan di UNLAM

Wawasan untuk keluarkan kebijakan tax amnesty memang jadi masalah, karena diresmikan buat penggelap pajak yang dinilai tidak adil.

” Waktu lantas yang hitam dihapus, kita menuju hari esok yang putih, lupakan waktu lantas, mari kita bangun hari esok. Dengan lakukan koalisi nasional ini, karena itu diinginkan penerimaan pajak akan bertambah, ” tuturnya dalam Kongres Nasional XII Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Sekarang ini, ada Rp3. 000 triliun asset Indonesia di Singapura. Dari beberapa jumlahnya itu, seputar Rp2. 000 triliun berbentuk dana. Besar nya jumlahnya dana ini punya potensi merugikan keuangan negara karena kurangnya valuta asing yang masuk ke Indonesia.

Atas pembentukan ‎tax amnesty, karena itu dana-dana yang ada diluar negeri bisa ditarik kembali pada Indonesia.

Baca juga: Jurusan di UNMUL

Walau demikian, lanjut Darussalam, bila negara ingin lakukan tax amnesty, karena itu mesti menguatkan ditjen pajak. Ini butuh dikerjakan untuk mensupport program pemerintah berkaitan gagasan reformasi skema perpajakan.

” Sekarang ini peristiwa yang pas, berkenaan dengan momentum reformasi Ditjen Pajak, ” tegasnya.

Pengamat UI: Tax Amnesty Perlu Dilakukan

Mahasiswa Seni dan Teknik UNM Tawuran

Tawuran mahasiswa kembali berlangsung. Kesempatan ini pada mahasiswa Tehnik serta Seni Kampus Negeri Makassar (UNM) Parang Tambung. Dua grup mahasiswa ini ikut serta sama-sama serang, disangka karena dendam lama.

Tawuran berlangsung di Jalan Mallengkeri Raya, persisnya di muka universitas mereka. Sampai sekarang, belumlah di ketahui ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Akan tetapi yang tentu beberapa mahasiswa alami luka-luka.

Baca juga: Biaya Kuliah UKSWPendaftaran UKSW

Berdasar pada info yang didapat, tawuran berawal saat salah satunya mahasiswa Fakultas Tehnik UNM Fajaruddin tengah berboncengan dengan partnernya keluar dari Universitas.

Waktu ada di muka pintu gerbang Fakultas Seni, tidak diduga dua orang yang tidak diketahui dengan menggunakan penutup muka meredam Fajaruddin serta boncengannya, lantas keluarkan Parang.

Akan tetapi, ke-2 mahasiswa Tehnik ini lari ke universitas serta menyebut rekanan partnernya. Beberapa puluh mahasiswa Tehnik mencari orang itu, akan tetapi tidak diketemukan. Ketika itu, tidak diduga muncul anak Seni dengan jati diri tidak di ketahui.

Hingga, berlangsung bentrok di muka pintu gerbang dengan memakai busur. Sesudah berlangsung bentrok, aparat kepolisian yang sudah dihubungi juga secara langsung menuju tempat, berupaya membubarkan mahasiswa.

” Kami mendapatkan laporan ada salah satunya mahasiswa yang diparangi, ” kata Kapolsekta Tamalate Kompol Suaib Madjid, pada wartawan, Rabu (14/1/2015).

Saat penyerangan itu, personil Polsekta Tamalate yang dibantu dengan Polrestabes Makassar masih tetap lakukan sterilisasi di tempat sekalian bekerjasama dengan pihak rektorat universitas.

” Kita sesaat masih tetap lakukan komunikasi dengan rektorat universitas untuk penyelesaian permasalahan ini. Sesaat, anggota lakukan penjagaan, serta menghadapi terjadinya benturan susulan, ” tuturnya.

Sampai berita ini di turunkan, pihak Rektorat Universitas UNM, yaitu Rektor UNM Prof Arismunandar, Dekan Fakultas Tehnik UNM Husain Syam, serta Wakil Rektor UNM Hery Tahir tidak dapat dihubungi, walau suara dering ponselnya aktif.

Baca juga: Biaya Kuliah STTTPendaftaran STTT

Seperti di ketahui, tindakan tawuran universitas UNM bukan kali pertamanya berlangsung. Tindakan sama sudah sempat berlangsung seringkali ditahun 2014, bahkan juga sampai memunculkan korban mahasiswa.

Berdasar pada catatan wartawan, pada tawuran 21 Oktober 2014, korban dua mahasiswa Fakultas Seni yaitu Adi Setiabudi, alami luka terkena busur sisi pelipis, serta Said Abdul Malik, terkena busur pada bagian betis samping kanan.

Mahasiswa Seni dan Teknik UNM Tawuran

BRI Syariah-UNRI Kerja Sama Jasa Layanan Perbankan

PT Bank BRI Syariah serta Kampus Riau (UNRI) merajut kerja sama pemakaian beberapa produk serta layanan service Bank BRI Syariah pada Kampus Riau.

Baca juga: Jurusan di UHO

Direktur Usaha Konsumer & Mikro Bank BRI Syariah menyampaikan, lingkup kerja sama ini, diantaranya service pembayaran cost pendidikan di Kampus dengan skema host to host, pembayaran pendaftaran penerimaan mahasiswa baru lewat on-line serta penerimaan mahasiswa baru.

” Diluar itu, co-branding kartu ATM dengan kartu mahasiswa, payroll pegawai serta dosen, kontan managemet sistem, on-line report payment, employee benefit program, ” katanya dalam rilisnya, Kamis (12/2/2015).

Diluar itu, pembiayaan back to back untuk keperluan keuangan Kampus Riau, pengelolaan dana Kampus Riau berbentuk tabungan, giro serta deposito, dan peletakan ATM serta pekerjaan service kas serta kantor kas BRI Syariah.

Baca juga: Jurusan di UNHAS

Indra mengutarakan, skema ini memberi keringanan buat semua civitas akademika di Kampus Riau karena terdapatnya bermacam pilihan jaringan pembayaran.

BRI Syariah-UNRI Kerja Sama Jasa Layanan Perbankan