Oknum ASN Dinkes Jayawijaya Diciduk Polisi

Tim paduan dari Satgassus Polda Papua, Polres Jayapura Kota, serta Polres Jayawijaya menangkap Mathias Wandikbo (30), ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, karna disangka ikut serta pembunuhan pada Dr Suwandi, Dosen Kampus Cenderawasih, pada Kamis 11 Mei 2017. Mathias yang adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan Lingkungan Kampus Cenderawasih di tangkap, Senin 27 November 2017 jam 13. 00 WIT.

Baca juga: Biaya Kuliah UADPendaftaran UAD

Juru Bicara Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menerangkan, tim penyidik Polda Papua di Jayawijaya sudah lakukan kontrol pada aktor berkaitan masalah pembunuhan pada dosen Kampus Cendrawasih. Di ketahui aktor membunuh dengan dua rekannya serta merampas harta benda punya korban.

” Aktor mengaku dengan ke-2 rekannya lakukan perampasan serta penganiayaan itu sampai korban wafat dunia. Saat itu tim penyidik Polda Papua Segera mengamankan aktor itu. ” terang Kamal dalam tayangan pers yang di terima Sindonews. com, Kamis (29/11/2017).

Kamal memberikan, aktor korban sampai wafat serta merampas sepeda motor serta hpnya. Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Sekarang ini tim paduan penyidik Polda Papua masih tetap lakukan pengejaran pada ke-2 rekan aktor yang ikut serta lakukan perampasan serta penganiayaan hingga mengakibatkan korban tewas.

Baca juga: Biaya Kuliah UMSPendaftaran UMS

Advertisements
Oknum ASN Dinkes Jayawijaya Diciduk Polisi

Dekan Fakultas Teknik UMK Mengundurkan Diri

Dekan Fakultas Tehnik Kampus Muhammadiyah Kendari (UMK), Mochammad Assiddieq, mundur dari jabatannya. Menurut Assiddieq, ketentuan ini, bukanlah karna tekanan unjuk rasa, tapi gagasan sendiri untuk melindungi kondisi universitas UMK tetaplah kondusif.

Baca juga: Biaya Kuliah UMM

” Mulai malam sabtu, saya istikhara agar saya di beri Allah kebenaran, bukakan pintu. Pagi barusan melangkahkan kaki saya ke tempat tinggal pak Rektor, saya bawa surat permintaan pengunduran diri, agar lebih kondusif, saya fikir untuk kemaslahatan UMK juga, ” terang Assiddieq.

Meskipun demikian, Assiddieq mengatakan pengunduran diri ini cuma untuk Dekan Fakultas Tehnik, ia tetap masih jadi Dosen di UMK.

Surat permintaan pengunduran diri Assiddieq, jadi Dekan, sudah di sampaikan Rektor UMK, Muhammad Nur pada Mahasiswa Fakultas Tehnik, waktu unjuk rasa, Selasa (23/01/2018).

” Tempo hari, disusul dengan surat permintaan pengunduran diri dari Dekan Fakultas Tehnik, Kampus Muhammadiyah Kendari. Sesudah Dekan Fakultas Tehnik mengundurkan diri, jadi Rektor dengan Wakil Rektor serta dengan semuanya anggota BPH, barusan malam rapat dengan untuk menanggapi ke-2 hal semacam ini, yaitu pengunduran diri 8 dosen serta pengunduran diri Dekan Fakultas Tehnik, ” kata Muhmmad Nur dihadapan mahasiswa Fakultas Tehnik.

Baca juga: Biaya Kuliah UNESABiaya UKT UNESA

Terlebih dulu, 8 Dosen di Fakultas Tehnik UMK mundur sesudah menilainya Dekan Fakultas Tehnik, Moch. Assiddieq tidak dapat menggerakkan pekerjaan dengan baik. Delapan dosen ini, dengan mahasiswa mengira Assiddieq, menggelapkan dana Studi Kerja Lapangan (SKL) mahasiswa S1 Aristektur.

Tetapi terakhir, tudingan itu dibantah Assiddieq. Ia menilainya tudingan itu tidak benar, sebab sisa dana SKL sudah ditransfer ke rekening Program Studi S1 Arsitektur.

Dekan Fakultas Teknik UMK Mengundurkan Diri

IAIN Tulungagung Tak Keluarkan Larangan 3 Mahasiswi Thailand Bercadar

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung akan tidak mengikuti kebijakan Kampus Islam Negeri (UIN) Yogyakarta yang melarang mahasiswi memakai bercadar. Masalah cadar, universitas IAIN Tulungagung mempunyai pandangan sendiri.

Baca juga: Biaya Kuliah UMYPendaftaran UMY

” Kita akan tidak dan merta ikuti jejak UIN Yogyakarta. Karna problem cadar ada pertimbangan fikih, norma, serta hak asasi muslimah dalam kenakan pakaian, ” tutur Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan Era Badruzzaman pada wartawan, Kamis (8/3/2018).

Sesuai sama data yang dikumpulkan jumlah mahasiswa baru IAIN Tulungagung sejumlah 4. 902 orang. Mereka menyebar di 33 jurusan atau 4 fakultas. IAIN Tulungagung juga sediakan kuota 500 untuk mahasiswa luar negeri, terutama dari Thailand. Tetapi selama ini yang terdaftar sekitaran 170 mahasiswa. Beberapa besar mahasiswa internasional itu datang dari Patani, Thailand Selatan.

Badruzzaman mengakui belum juga menelusuri dengan massif serta kompeherensif. Dari penilaian sepintas belum juga diketemukan mahasiswi dalam negeri yang bercadar. Tetapi, untuk mahasiswi asal Thailand, Badruzzaman mengatakan ada tiga orang yang bercadar. ” Ini mahasiswa internasional. Jadi kita mesti hati hati menanggapi masalah ini, ” tuturnya.

Berkaitan masalah cadar, kurun waktu dekat IAIN Tulungagung juga akan mengadakan seminar bertopik ” Islam Moderat “. Meski sekian, untuk kewibawaan serta ketertiban universitas, menurut Badruzzaman ke depan memerlukan kebijakan baru, termasuk juga kode etik serta tata langkah kenakan pakaian. ” Pastinya di dalamnya (kode etik) tidak berlaku cadar. Ini juga akan kita berikan ke pimpinan, terlebih untuk mahasiswa baru ke depan, ” katanya.

Baca juga: Biaya Kuliah UIN SUKAPendaftaran UIN SUKA

Asim Fuadi, mahasiswa PAI Saat Sarjana IAIN Tulungagung mengharapkan universitas tidak buat larangan mahasiswi bercadar. Sebab tak ada fikih yang melarang. ” Semestinya diijinkan. Karna hukum agama juga tidak melarang, ” katanya.

IAIN Tulungagung Tak Keluarkan Larangan 3 Mahasiswi Thailand Bercadar

Mahasiswa UNM Mendapatkan Bantuan Benih Jagung untuk 10.000 Ha

Pemerintah menjanjikan pertolongan benih jagung pada mahasiswa Kampus Negeri Makassar yang juga akan ditanam di areal 10. 000 hektare.

Baca juga: Biaya Kuliah ITSBiaya UKT ITS

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong untuk turut meningkatkan produksi jagung dengan membuat lahan baru seluas 10. 000 hektare.

” Bila kalian tidak miliki lahan, buat di lahan pinjam gunakan saja. Bisa ke lahan milikn Perhutani. Saya siap untuk menolong, ” katanya waktu memberi kuliah umum bertopik Arah Kebijakan Bidang Pertanian Dalam Percepatan Pembangunan Bangsa, di Universitas Kampus Negeri Makassar, Jumat (18/11/2016).

Kelak, tuturnya, bila lahan itu telah ada, mahasiswa akan dibantu benihnya. ” Tapi mesti dapat untuk hasilkan 15 ton per hektare atau 10 ton, ” katanya.

Menteri menyebutkan hasil produksinya tidaklah perlu di kuatirkan tidak bisa akses pasar. ” Bulog siap untuk menampungnya. ”

Baca juga: Biaya Kuliah UNAIRBiaya UKT UNAIR

Mahasiswa UNM Mendapatkan Bantuan Benih Jagung untuk 10.000 Ha

BPPT Buka Peluang Kolaborasi Riset

Tubuh Pengkajian serta Aplikasi Tehnologi (BPPT) buka kesempatan kerja sama juga dengan instansi penelitian, perusahaan swasta, sampai kampus dalam soal penelitian serta pengembangan product.

Kerjasama itu begitu bisa saja, karna Pusat Riset Pengetahuan Pengetahuan serta Tehnologi (Puspiptek) yang ada di Serpong, Tangerang Selatan, sudah ditunjuk jadi tempat science techno park. Dalam hal semacam ini, kerjasama pada BPPT dengan pihak-pihak berkaitan diinginkan bisa meningkatkan penelitian yang membuat inovasi-inovasi baru.

Baca juga: Biaya Kuliah UMPendaftaran UM

“Kolaborasi seperti ini memanglah telah dikerjakan, umpamanya Sentra Tehnologi Polimer STP telah memberi jasa pengujian pada pihak swasta. Nah, bila ada kerja sama penelitian yang lebih berbentuk periode panjang serta mengikat juga akan jadi tambah baik, ” kata Kepala BPPT Unggul Priyanto di Serpong, Rabu (18/1/2017).

Untuk pertama kalinya, BPPT merajut kerjasama dengan Covestro, perusahaan manufaktur yang beroperasi di sektor polimer, dengan buka Technical Center. Dengan spesial, Covestro juga akan bekerja bersama dengan STP untuk meningkatkan penelitian di segmen coating, adhesives, and specialties (CAS).

Menurut dia, kerja sama seperti ini adalah yang pertama di Indonesia hingga pihaknya begitu mengapresiasi hal itu. Walau tidak dapat mengatakan nilai investasi kerja sama itu, Unggul menginginkan kerja sama ini dapat meningkatkan produsen atau balai penelitian untuk bekerjasama dengan BPPT di bidang Research & Development (R&D).

“Selain STP, kami masih tetap memiliki balai tehnologi motor serta konstruksi. Kami mengharapkan kesempatan kerja sama BPPT dengan perusahaan swasta atau balai penelitian juga akan makin penting yang akan datang, ” tekannya.

Meski sekian, rencana science techno park memanglah tidak diwajibkan ada sistem tehnologi hingga titik berat dari science techno park yaitu kerjasama penelitian. Dengan periode panjang, kerjasama penelitian juga diinginkan dapat tingkatkan potensi perekrutan tenaga kerja di segmen ilmu dan pengetahuan serta tehnologi.

Terlebih dulu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan serta Kota Daejon, Korea Selatan, sudah menginisiasi rencana science techno park di areal Puspiptek. Kerja sama itu dikerjakan dengan melibatkan kampus yang berbasiskan tehnologi serta investor dalam wujudkan science techno park.

Dari sisi investasi, keberadaaan science techno park diinginkan bisa jadi bidang ialternatif, terkecuali bidang prioritas yang lain umpamanya property, perdagangan, serta jasa. Manfaat mensupport hilirisasi serta komersialisasi penelitian, pemkot sudah buka zone usaha tehnologi di Puspiptek.

Baca juga: Biaya Kuliah UNAIRPendaftaran UNAIR

“Ibarat kata, ini masih tetap embrionya. Pengembangannya akan menghadap ke product yang berbasiskan tehnologi. Itu juga searah dengan bidang perdagangan yang sampai kini jadi primadona investasi di Tangsel, ” ucap Kepala Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Tangsel Oting Ruhiyat.

Dengan terdapatnya zone usaha tehnologi ini, dianya menginginkan perusahaan bertaraf besar bisa memakainya jadi tempat R&D hingga Puspiptek bisa jadi jenis science techno park.

BPPT Buka Peluang Kolaborasi Riset

Ekonom: Jagung Riau Berpotensi di Ekspor

Ekonom Kampus Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Joko SE M. Si mempertanyakan sistem distribusi tanaman jagung yang diutamakan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

” Menteri Amran mengutamakan penanaman jagung untuk tingkatkan produksi serta export. Tetapi, Menteri tidak menerangkan bagaimana sistem distribusinya. Karna keinginan komoditas jagung sedikit, ” tuturnya, baru saja ini.

Baca juga: Biaya Kuliah UPH

Joko menyebutkan jalur pendistribusian adalah jaminan penetapan harga komoditas itu serta adalah arah untuk aktor usaha perkebunan sawit yang menanam jagung itu.

Menurut Joko, tidak mudah merubah alur pertanian untuk petani Riau yang umum menanam sawit. Walau sekian, Joko sepakat dengan langkah Menteri Pertanian yang menyarankan supaya petani sawit menggabungkan penanaman jagung dengan system penanaman tumpang sari.

Menurut dia, petani sawit dapat juga mengerjakan pertanian komoditas beda seperti sayuran bayam, timun, cabai merah serta yang lain.

Terlebih dulu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong pemerintah setempat serta aktor usaha perkebunan sawit di Riau untuk memantaatkan penanaman jagung di lahan perkebunan sawit lewat system tumpang sari. Hal semacam ini dapat digunakan oleh petani mandiri maupun pihak korporasi.

Petani tetaplah memperoleh pendapatan penambahan dari komoditas jagung yang sudah diperkembang terlebih dulu. Untuk mewujudkan hal itu, dia berjanji siap menolong mempersiapkan benih jagung serta perlengkapan ke Propinsi Riau dengan membagikan dana APBN.

Baca juga: Biaya Kuliah UNJBiaya UKT UNJ

Hal semacam ini juga searah dengan program prioritas Kementerian Pertanian yang tingkatkan produksi serta export jagung. Amran menilainya Riau dapat mengekspor jagung. Hal semacam ini karna propinsi itu berdekatan dengan Malaysia serta Singapura.

Ekonom: Jagung Riau Berpotensi di Ekspor

Mahasiswa Filkom UB Menciptakan Monitoring Udara Berbasis Android

Fakultas Pengetahuan Computer Kampus Brawijaya (FilkomUB), Tim Exchange, buat tehnologi monitoring pada piranti lunak mobile berbasiskan android yang mereka namakan SMOQ.

Renal Prahadis (Tehnik Computer/2014), satu diantara pembuat tehnologi itu, menerangkan SMOQ adalah kombinasi hardware serta software. Piranti hardware terdiri atas alat pendeteksi keadaan udara serta mikrokontroller, sesaat software di buat berbentuk aplikasi yang bisa dioperasikan pada piranti mobile berbasiskan android.

Baca juga: Biaya Kuliah ITSPendaftaran ITS

“Cara kerja alat ini, hardware pendeteksi keadaan udara yang mempunyai empat jenis sensor ditempatkan di daerah yang menginginkan di check kwalitas udaranya, ” ucapnya di Malang, Kamis (23/3/2017).

Lalu alat itu juga akan bertindak jadi pendeteksi kulitas udara, kandungan asap, karbon monoksida serta suhu udara.

Input data hasil deteksi itu lalu disimpan serta dianalisis pada mikrokontroller serta akhirnya diantar ke jaringan internet untuk lalu bisa dibuka lewat mobile piranti yang sudah terinstal software SMOQ.

Aplikasi software sangat mungkin pemakai lihat info status kwalitas udara. Ada tiga type status kwalitas udara yang juga akan dipertunjukkan pada aplikasi SMOQ yakni normal, siaga serta siaga.

Pemilihan status berdasar pada input data dari deteksi sensor serta Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) yang berlaku di Indonesia serta ditetapkan oleh Tubuh Pengendalian Efek Lingkungan (Bapedal).

“Kalau hasil analisa input data hasilkan indeks akhir kurang dari 200 jadi status kwalitas udara normal. Bila Indeks pada 200 hingga 300 bermakna statusnya siaga. Untuk status siaga bermakna kuliitas udara begitu jelek jadi indeks kwalitas udara tunjukkan angka lebih dari 300, ” ucap Renal.

Pembuatan SMOQ ini di sampaikan diperuntukkan untuk pemerintah jadi alat penyedia data untuk pengambilan ketentuan atau kebijakan berkaitan pemeliharaan lingkungan.

Walau sekian orang-orang umum dapat juga memakainya untuk kepentingan pribadi. Tetapi untuk pemakaian oleh pemerintah semakin lebih banyak faedah yang dapat didapat.

“Alat ini dapat segera menganalisa data dari sebagian hardware detector yang ditempatkan dibeberapa tempat berlainan serta ambil rata-rata kwalitas udara dicakupan lokasi spesifik, ” katanya.

Baca juga: Biaya Kuliah UBPendaftaran UB

Ppemerintah dapat ketahui daerah mana saja yang mempunyai kandungan polusi yang tinggi serta ambil aksi penyelamatan atau mencegah.

Tehnologi ini mengantarkan Renal Prahadis (Tehnik Computer/2014), Muhammad Ulul Albab Iryanto (System Info/2015), serta Maulida Sabrina (System Info/2015) jadi juara 3 pertandingan Multimedia and Game Moment (MAGE) 2017 kelompok Internet of Things yang diadakan oleh jurusan Tehnik Multimedia serta Jaringan, Institut Tehnologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) pada 25 Februari kemarin. (k24)

Mahasiswa Filkom UB Menciptakan Monitoring Udara Berbasis Android